PEMBANGUNAN PARIWISATA BAHARI UJOENG KEUDIDI
Pembangunan pariwisata bahari pada hakikatnya adalah upaya mengembangkan dan memanfaatkan objek serta daya tarik wisata bahari di kawasan pesisir dan lautan Indonesia, berupa kekayaan alam yang indah, keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias. Beberapa jenis kegiatan wisata bahari pada saat ini sudah dikembangkan oleh pemerintah dan swasta, diantaranya wisata alam, pemancingan, berenang, selancar, berlayar, rekreasi pantai dan wisata pesiar.
Sumberdaya hayati pesisir dan lautan Indonesia seperti populasi ikan hias yang diperkirakan sekitar 263 jenis, terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove dan berbagai bentang alam pesisir atau coastal landscape yang unik lainnya membentuk suatu pemandangan alamiah yang begitu menakjubkan. Kondisi tersebut menjadi daya tarik sangat besar bagi wisatawan sehingga pantas bila dijadikan sebagai objek wisata bahari.
Objek wisata bahari lainnya yang berpotensi besar adalah wilayah pantai. Pada umumnya, Indonesia memiliki kondisi pantai yang indah dan alami. Di antaranya adalah pantai ujoeng keudidi yang terletak di wilayah Kabupaten Aceh Besar yang merupakan salah satu dari kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam. Wilayah pantainya menawarkan jasa dalam bentuk panorama pantai yang indah.
Ujoeng Keudidi yang terletak di Kecamatan Lhong Desa Seungko Mulat dengan jumlah penduduk sebesar 292 jiwa, merupakan salah satu bagian dari berbagai tempat yang berpotensial untuk dapat dijadikan objek wisata guna meningkatkan kegiatan ekonomi. Sebagaimana kita ketahui bersama pariwisata merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang sangat terkait dengan ekonomi global, dan apabila dikembangkan dengan baik akan sangat membantu kehidupan ekonomi suatu negara /daerah.
Wilayah pantai Ujoeng Keudidi menawarkan jasa dalam bentuk panorama pantai yang indah, tempat pemandian yang bersih dan juga tempat untuk melakukan kegiatan lainnya terutama wisata penyelaman, alam, pemancingan dan rekreasi pantai serta pesisir. Perairan Ujoeng Keudidi adalah salah satu dari beberapa perairan terbaik untuk diving site, bahkan juga dapat diakui sebagai salah satu tempat yang sangat menarik yang memiliki kekayaan alam yang indah, keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias.
Untuk mewujudkan hal tersebut terdapat dua faktor penting dalam strategi pembangunan kegiatan pariwisata. Pertama, faktor internal berupa strategi terukur manajemen daya tarik objek wisata, yang terkait mulai dari aspek teknis, strategi jasa pelayanan sampai kepada strategi penawaran. Kedua, faktor eksternal berupa dukungan perangkat kebijakan dari pemerintah serta penciptaan iklim keamanan yang kondusif bagi kegiatan pariwisata di Aceh.
Selanjutnya, dalam membenahi strategi pengembangan pariwisata bahari, maka secara teknis ada sejumlah upaya yang harus dilakukan. Pertama, pengembangan sarana dan prasarana wisata bahari. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pengembangan wisata bahari secara terpadu. Ketiga, penyediaan sistem informasi pariwisata dan program promosi yang tepat.
Di lain pihak, ada faktor-faktor nonteknis yang berasal dari unsur kebijakan pemerintah namun turut mempengaruhi daya tarik kegiatan wisata yang juga perlu dibenahi.
Ada pula pemikiran tentang menetapkan pelabuhan sebagai ”pintu masuk” wisata dan mengembangkannya sesuai standar internasional. Juga upaya menciptakan suasana aman dan nyaman sebagai iklim yang kondusif demi berlangsungnya kegiatan pariwisata. Semoga tulisan ini dapat dijadikan paradigma baru pembangunan dunia kepariwisataan Nanggroe Aceh Darussalam yang berbasis pada industri pariwisata dan ekonomi kerakyatan.
Oleh : Mahfud. SE
